Baca Juga

                                      
               Mana Yang Sehat Minum Air Galon atau Air Rebusan dari Keran?
.
    Dari mana sumber air minum yang digunakan sehari-hari di rumah Anda? Air dalam kemasan atau air keran yang direbus? Pada umunnya orang-orang menyediakan air galon khusus untuk minum dan masak. Sementara sebagian orang memilih untuk merebus air dari keran. Tapi, sebenarnya manakah yang lebih sehat dan bersih untuk diminum? Berikut penjelasan mengenai perbandingan air galon dan air keran simak yuk!!!
Apakah air galon pasti aman?
Air minum dalam kemasan yang dijual dalam bentuk galon memang terlihat lebih aman. Sebab, jika dilihat dari iklan yang di tayangkan tentang air galon tampak diproses secara higienis. Namun, sebelum percaya dengan pilihan pada air galon, sebaiknya perhatikan apakah merek air galon tersebut sudah memeroleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah diuji sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Air minum yang belum mendapat izin dari BPOM dan SNI akan berisiko terdapat berbagai jenis bakteri patogen penyebab penyakit.
    
     Kalau merek sudah terstandardisasi, cari tahu tanggal kadaluwarsanya. Jangan sekali-kali mengonsumsi air minum yang sudah kadaluarsa yang dicantumkan. Air memang tidak dapat kadaluwarsa, namun air yang dikemas dalam galon berbahan dasar plastik berisiko terkontaminasi bakteri dan zat kimia beracun jika sudah terlalu lama. Sebab selama galon disimpan di gudang atau toko, panasnya udara atau paparan sinar matahari akan membuat bahan kimia plastik ikut luruh ke dalam air. Bakteri jahat akan semakin berkembang biak dengan ganas.

     Bagaimana dengan air keran? Apakah juga aman?
Air keran yang dari rumah berasal dari sumber yang berbeda-beda. Diantaranya dari sumur (air tanah), sungai atau danau (air PAM). Air yang berasal dari pusat instalasi PAM pada umumnya sudah diproses sedemikian rupa sehingga aman untuk diminum tanpa harus dimasak dulu.
Namun, kualitas air kemungkinan besar akan menurun setelah dialirkan menuju rumah-rumah penduduk. Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena pemasangan pipa yang tidak sesuai standar mutu PAM atau berbagai masalah teknis lainnya. Akibatnya, bakteri tumbuh di pipa dan air kemungkinan tidak aman jika diminum tanpa dimasak.

     Sedangkan air tanah dari sumur atau galian di rumah Anda belum tentu terjamin mutunya. Anda masih harus membawa sampel air itu ke laboratorium untuk diuji kualitas dan kebersihannya. Setelah dinyatakan bersih dan aman, barulah Anda dapat mengonsumsinya.
Kalau air tanah di rumah Anda belum diuji, jangan digunakan untuk di minum dan masak. Apalagi jika ada tanda terkontaminasi misalnya air keruh, berwarna kekuningan, atau mengeluarkan bau yang asing.

     Apakah merebus air keran bisa efektif membunuh bakteri?
Beberapa jenis racun dan bakteri dapat mati kalau air direbus sampai mendidih. Namun perlu di ingat bahwa ada juga jenis bakteri yang tetap bertahan hidup meskipun sudah direbus sampai mendidih. Artinya, merebus air tidak seratus persen akan menjamin air Anda aman untuk diminum.
Misalnya bakteri Clostridium botulinum masih dapat hidup meskipun suhu di atas 100 derajat Celsius. Bakteri yang hidup di tanah, sungai, dan danau ini dapat menyebabkan penyakit botulisme pada manusia yang terinfeksi.  

     Tips memilih antara air galon dan air keran, memang ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan sebelum memilih air galon dengan air keran. Jika Anda ingin menggunakan air galon, hanya boleh membeli air dari merek yang sudah terdaftar di BPOM dan SNI. Jangan lupa cek lagi keadaan air galon sudah kedaluwarsa atau belum dan hindari dari paparan sinar matahari.
     
     Sedangkan jika Anda ingin menggunakanair keran, uji dulu kualitas air dengan membawa ke laboratorium dinas kesehatan setempat. Jika sudah dinyatakan bebas bakteri, virus, atau racun, rebus air hingga titik didih, yaitu seratus derajat Celsius. Biarkan air mendidih selama paling tidak sepuluh menit sebelum mematikan kompor.
Sumber: Data medis reviews dr. Yusra Firdaus